Showing posts with label Berita Pendidikan / Kemenag Siapkan 36 Miliar untuk Beasiswa Santri Berprestasi. Show all posts
Showing posts with label Berita Pendidikan / Kemenag Siapkan 36 Miliar untuk Beasiswa Santri Berprestasi. Show all posts

Kemendikbud Susun Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan Pendidikan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyusun rencana induk pemajuan kebudayaan. Rencana induk ini merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang baru saja disahkan Mei 2017.
“Amanatnya rencana induk ini harus selesai dalam waktu dua tahun. Dan di dalamnya nanti semua persoalan terkait pemajuan akan terpetakan beserta usulan penyelesaiannya,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Kebudayaan.

Dalam menyusun rencana induk ini Kemendikbud menghimpun peta kebudayaan mulai dari tingkat kabupaten/kota. Hal tersebut dikarenakan kabupaten/kota bersentuhan langsung dengan setiap unsur kebudayaan. Peta yang didapatkan dari kabupaten/kota berisi data, fakta, permasalahan, serta usulan penyelesaian yang dapat dilakukan untuk memajukan kebudayaan. Peta tersebut selanjutnya dirumuskan di tingkat provinsi dengan melibatkan perguruan tinggi.

Rumusan yang dihasilkan di tingkat provinsi akan dibawa ke Kongres Nasional Kebudayaan yang rencananya akan berlangsung pada semester dua di 2018. Dan hasil rumusan pada Kongres Nasional Kebudayaan akan menjadi peraturan pemerintah (PP) yang ditargetkan selesai pada 2019.

Rencana induk pemajuan kebudayaan yang dituangkan dalam PP tersebut, kata Hilmar, akan menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kebudayaan oleh Bappenas. “Dengan adanya rencana induk, kebudayaan menjadi sektor sendiri di rencana pembangunan nasional.

Hilmar mengatakan, proses penyusunan rencana induk sengaja dilakukan dari bawah (kabupaten/kota) agar dapat mengakomodasi dan relevan untuk semua lapis masyarakat. “Semua komponen bangsa memiliki tempat dalam pemajuan kebudayaan.

Selengkapnya mengenai PP yang harus selesai serta Rancangan Pemajuan Budaya Oleh Kemdikbud Silahkan Baca Disini 

Pendaftaran SBMPTN Masih Dibuka hingga 9 Mei

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 126 Tahun 2016  tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri, dilakukan melalui: Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri. SBMPTN  2017 adalah seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dalam bentuk cetak (paper based testing) atau menggunakan komputer (computer based testing), atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon Mahasiswa, dilakukan secara bersama di bawah koordinasi panitia pusat.

Pembiayaan penyelenggaraan SBMPTN dibebankan kepada peserta seleksi dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Peserta SBMPTN dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan mempunyai prestasi akademik tinggi dapat mengajukan dana bantuan biaya pendidikan Bidikmisi. 

Informasi SBMPTN 2017 meliputi: ketentuan dan persyaratan umum, tata cara pembayaran biaya seleksi, tata cara pendaftaran, jadwal pelaksanaan, dan jumlah pilihan PTN serta program studi. Secara rinci, informasi lengkap mengenai SBMPTN 2017

Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) masih dibuka hingga besok, 9 Mei pukul 16.00 WIB. Seharusnya, pendaftaran SBMPTN berakhir pada 5 Mei pukul 22.00 WIB. Hal itu untuk memberi kesempatan kepada peserta dari daerah terpencil yang belum mendaftar.

Hal ini berdasarkan keterangan resmi dari panitia SBMPTN. Perpanjangan pendaftaran tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan pada calon mahasiswa yang berasal dari daerah tertinggal, terluar dan terdepan yang memiliki keterbatasan dalam akses internet untuk ikut serta dalam ujian tersebut.

Untuk waktu pembayaran diperpanjang hingga Senin, 8 Mei pukul 16.00 WIB. Sementara untuk pendaftaran diperpanjang hingga Selasa 9 Mei pukul 16.00 WIB.

Data yang masuk ke panitia, jumlah peserta yang sudah cetak kartu sebanyak 745.176 peserta yang terdiri dari 724.389 peserta yang mengikuti ujian berbasis kertas dan 20.787 peserta yang mengikuti ujian berbasis komputer.

Selain itu, peserta SBMPTN juga diminta untuk melakukan cek lokasi ujian minimal sehari sebelum ujian dilangsungkan.

Sedangkan untuk peserta yang sudah lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk datang secara pribadi (tidak dapat diwakilkan) dan langsung melakukan registrasi di PTN penerima pada 16 Mei pukul 07.00 WIB

Pendaftaran SBMPTN Di SIni


Untuk Persyaratan dan Panduan Pendaftaran Silahkan Masuk pada Laman Resmi SBMPTN

Himbauan Kemdikbud Penguatan Karakter Solusi Kekerasan dalam Pendidikan

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti mengungkapkan dua catatan penting terkait pendidikan Indonesia di tahun ini. Kedua hal ini adalah terkait kekerasan dalam pendidikan yang semakin masif dan mengerikan, serta berkurangnya sikap toleran dalam menerima keberagaman dan menurunnya nilai-nilai kebangsaan di sekolah.

Doni Koesoema, tokoh pendidikan yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas FSGI menuturkan nilai penting pendidikan karakter dalam sistem pendidikan Indonesia. “Pendidikan karakter harus menjadi poros dan roh dalam mengelola pendidikan nasional. Untuk itu, perlu komitmen dan konsistensi pemerintah melalui regulasi yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, pengembangan budaya sekolah sebagai komunitas moral pembelajar, dan membangun kolaborasi dengan masyarakat secara fair dan adil dalam peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.
asihwinarti156.blogspot.com

Selain itu, menurutnya filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara melalui empat dimensi pengolahan hidup, olah rasa, olah pikir, olah hati, dan olah raga, harus dikembalikan dalam setiap kinerja pendidikan.

Asrul Raman yang juga merupakan pengurus SEGI Bima mengkritik pendidikan karakter yang selama ini diterapkan di sekolah. Menurutnya, pendidikan karakter di sekolah selama ini diberikan tanggungjawab kepada guru BP/BK. Ini menjadi problem dasarnya sehingga yang terjadi hanya penindakan saja tanpa dibarengi pencegahan.
“Pendidikan Karakter semestinya melibatkan cognitive, feeling dan action. Ketiga aspek tersebut harus saling menyelimuti satu sama lainnya. Dan tentu harus ada yang mengawalnya, yaitu aktor yang terlibat. Intinya, Pendidikan karakter itu harus di kawal oleh banyak pihak, baik yang didalam sekolah maupun yang di luar sekolah,” terangnya.

Sementara, Hari Prasetyo (Pengurus SEGI Jakarta), menyatakan kendala dan tantangan dalam implementasi pendidikan karakter dan kebhinekaan di lembaga pendidikan swasta terletak di tiga pilar yaitu dari sekolah, rumah dan lingkungan. Terutama di dalam sekolah, kualitas dan karakter yang baik dari guru memerlukan pelatihan dan penguatan untuk dijadikan role model peserta didik. Tentunya juga dilakukan perbaikan dalam manajemen sekolah.
Dari rumah pun, orang tua juga mendukung program sekolah untuk menjadi role model yang baik untuk anak-anaknya. “Untuk itu perlu sinergi kerjasama dengan sekolah melalui kegiatan Parenting,” tegasnya.

Silahkan Selengkapnya Penguatan Karakter Solusi Kekerasan dalam Pendidikan Dapat di Baca Pada 

Anggota Dewan Pendidikan Itje Chodidjah, “Guru adalah panutan dan sudah diatur dalam UU Guru Dosen yang harus menguasai empat kompetensi dasar yang secara spesifik berhubungan dengan karakter, yaitu kompetensi kepribadian dan sosial. Kompetensi itulah yang jika dikembangkan secara tepat akan memberikan kontribusi besar pada penguatan karakter sebagai bagian dari revolusi mental.

“Pengembangan kedua kompetensi tersebut saat ini masih lemah dan diperlukan pola pelatihan yang tepat karena berkaitan dengan ketrampilan dan sikap bukan hanya pengetahuan

Jepang Buka Beasiswa S2 dan S3

Pemerintah Jepang membuka penawaran beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan S-2 dan S-3 ke berbagai universitas di negara tersebut pada tahun akademik 2018 melalui Program Monbukagakusho.

Fasilitas yang diberikan meliputi tiket pergi pulang, uang masuk universitas, uang kuliah dibiayai dengan beasiswa Monbukagakusho tersebut, dan para mahasiswa juga akan menerima uang setiap bulan untuk biaya kehidupan sehari-hari.

Persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya :

1.Berkewarganegaraan Indonesia

2. Lahir maksimal 2 April 1983

3. IPK dari universitas jenjang pendidikan terakhir diutamakan minimum 3,2

4. Nilai TOEFL diutamakan minimum 570. Atau TOEFL-IBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.5 atau nilai Japanese Language Proficiency Test (JLPT) minimal level 2/N2.

Registrasi online dan formulir pendaftaran dapat diperoleh pada website Kedutaan Besar Jepang. Dokumen lamaran harus diserahkan kembali kepada Kedutaan Besar Jepang sebelum tanggal 16 Mei 2017, secara langsung atau dikirim melalui pos paling lambat 16 Mei 2017.

Pendafaran beasiswa sudah dimulai sejak 26 April 2017. Bagi yang ingin tahu informasinya lebih lanjut mengenai program beasiswa itu dapat menghubungi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia melalui email: beasiswa@dj.mofa.go.jp. (IK-SS)


Kemenag Siapkan 36 Miliar untuk Beasiswa Santri Berprestasi

Guru Nusantara Tahun ini Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan anggaran dana sebesar 36 Miliar Rupiah untuk Program Beasiswa Santri Berprestasi. Upaya ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan para santri hingga ke perguruan tinggi.
“Anggaran ini untuk membiayai beasiswa 1.138 santri yang masih berlangsung serta 250 santri baru yang akan diterima pada tahun ini,” kata Kasubdit Pendidikan Pesantren Direktorat Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren Kemenag.
Beasiswa Kemenag

PBSB dibuka oleh Kementerian Agama sejak tahun 2005. Hingga kini, tidak kurang dari 3.800 santri telah mendapatkan akses untuk belajar di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, mulai dari UIN, ITB, UGM, UNAIR, ITS, dan perguruan tinggi lainnya.
Tidak sedikit pula dari mereka yang sudah lulus kini berkiprah sebagai profesional pada bidangnya masing-masing, mulai dari teknokrat, dokter, pendidik pesantren dan madrasah, serta lainnya. Bahkan, banyak juga yang saat ini meneruskan kuliah di luar negeri, baik Eropa maupun Asia.
Rofiq menyebutkan, sasaran PBSB adalah santri pondok pesantren yang terdaftar resmi di Kemenag serta memiliki nomor statistik pondok pesantren (NSPP). Selain itu, santri tersebut juga harus tinggal di pesantren (mukim), minimal selama 2 tahun.
Sementara, mereka yang bisa mendaftar tahun ini adalah para santri yang juga siswa tingkat akhir dan lulus pada tahun 2017 di Madrasah Aliah binaan pondok pesantren. Atau, santri lulusan pesantren muadalah/pesantren salafiyah dengan ijazah Paket C yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Khusus para santri yang akan mendaftar di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur, mereka harus hafal (hafiz) Quran minimal 10 juz.
Pendaftaran PBSB dibuka pada akhir Maret 2017. Menurut Rofiq, pendaftaran dilakukan secara online sehingga para santri dapat mengaksesnya dari seluruh Indonesia. Proses seleksi juga akan dilakukan secara online melalui tes berbasis computer atau computerized based test/CBT. Informasi lengkap terkait PBSB dapat diakses melalui website Resmi Kemenag.
Saat ini terdapat tiga belas perguruan tinggi yang menjadi mitra Kementerian Agama dalam program beasiswa ini. Ketiga belas perguruan tinggi tersebut adalah IPB Bogor, UGM Yogjakarta, UPI Bandung, ITS Surabaya, dan Unair Surabaya.
Di samping itu, para santri juga bisa kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Khusus untuk para santri di wilayah Indonesia Timur, kini Kemenag membuka akses PBSB di UIN Sultan Alauddin Makassar serta Universitas Cendrawasih Jayapura. (Kemenag/IK-SS)