Showing posts with label Program Sertifikasi Ganda. Show all posts
Showing posts with label Program Sertifikasi Ganda. Show all posts

Kabar Baik, Kemendikbud Berikan Subsidi Perolehan Sertifikat Profesi Guru

Para guru yang belum mendapatkan sertifikat profesi pendidik, diharapkan segera bersiap-siap. Sebab pemerintah segera membuka pendaftaran program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan (guru yang sudah mengajar). Sayangnya PPG dalam jabatan yang bersubsidi ini, dikhususkan untuk guru SMK dengan kuota sebanyak 2.500 guru.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, PPG dalam jabatan bersubsidi adalah kerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). "Pendaftarannya dibuka 21 Mei sampai 1 Juni. Daftarnya online melaui website Resmi," kata pejabat yang akrab disapa Pranata itu di kantor Kemendikbud (19/5).

Pranata mengatakan tahap awal adalah seleksi administrasi. Hasil seleksi administrasi diumumkan pada 5 Juni. Kemudian tahap berikutnya adalah tes berbasis komputer (CBT) pada 10-11 Juni. Materi tesnya adalah tes potensi akademik (TPA), tes kemampuan bidang (TKB), dan tes bahasa Inggris (TBI).

Setelah dinyatakan lulus tes CBT dan administrasi, pelamar akan masuk masa pendidikan pada Juli. Proses pendidikannya berdurasi empat bulan dengan jumlah pertemuan 16 kali tatap muka.

Setelah menjalani masa pendidikan, peserta PPG dalam jabatan bersubsidi itu mengikuti ujian pada Oktober. Jika lulus para guru ini berhak mendapatkan sertifikat profesi guru.

Pranata mengatakan besaran subsidi yang disiapkan pemerintah Rp 7,5 juta per orang. Uang subsidi itu hanya untuk keperluan akademik. Sementara untuk biaya hidup dan akomodasi selama proses PPG ditanggung para guru sendiri.
Pranata mengatakan tahun ini PPG dalam jabatan dibuka khusus untuk 10 jenis program keahlian. Yakni teknik elektronika, ketenagalistrikan, mesin, otomotif, kimia, penangkapan ikan, produksi ternak, produksi tanaman, pengolahan hasil pertanian dan perikanan, dan kepariwisataan. 

Program Keahlian Ganda Jadi Jalan Pintas Dapatkan Sertifikasi Guru

Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banda Aceh antusias mengikuti program keahlian ganda, sebagai jalan pintas untuk mendapatkan sertifikasi.  Herry Suansa dan Iswandi, keduanya guru SMK 1 Nagan Raya dan Guru SMK 4 Banda Aceh  Rani Yuliati mengaku mengikuti program keahlian ganda untuk mendapatkan sertifikasi.  Iswandi menganggap program ini sebagai tambahan ilmu. Apalagi dirinya adalah guru automotif ilmu bidang teknik kendaraan ringan. Sebagai tenaga pendidik, dia harus akan pelatihan dan program keahlian ganda ini bentuk pelatihan yang akan menjadi nilai plus bagi portofolionya. "Program ini adalah jalan tercepat untuk mendapatkan sertifikasi, " katanya ketika ditemui di SMK 4 Banda Aceh. Pemerintah yang tak mampu menambah jumlah guru produktif pun melatih guru adaptif normatif sebagai guru produktif

Guru SMK yang awalnya hanya mengajar teori kini diberi pelatihan agar bisa mengajar praktik. Ini yang terjadi pada Iswandi dan Rani Yuliati. Sementara, Rani mengaku mengajar sejarah tapi bersedia belajar teknik sepeda motor karena sering ke bengkel.  "Juga nantinya saya akan dapat sertifikat pendidik dan keahlian ganda yang kedua-duanya akan diakui pemerintah," kata Rani. Kepala Sekolah SMK 4 Banda Aceh, Ermidiati mengatakan, guru produktif sangat kurang jumlahnya. Menurut dia, ketika kekurangan ini terjadi, peran guru honorer yang selalu dianggap ada dan tiada mengisi celah tersebut. Tapi pendapatan guru honorer saat ini menyedihkan.  Sebab ketika pendidikan menengah belum diambil alih pemerintah provinsi, mereka bisa digaji Rp50.000 per bulan, katanya, tapi kini hanya Rp15.000 perjam. 

Kepala Sekolah SMKN AL Murbakeya, Baihaqi mengatakan, program keahlian ganda jadi solusi untuk mengatasi kekurangan jumlah guru produktif yang sekarat. Namun ini hanya bisa menjadi obat sementara.  "Mengatasi sementara oke tapi ke depan kita harap guru SMK ini memang dididik khusus atau dipersiapkan khusus sehingga tenaga yang disiapkan menjadi betul-betul tenaga kerja yang mampu bersaing di kancah internasional," tuturnya. Peserta program keahlian ganda bidang Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Al Murbakeya Rahmi Fitri berharap Kemendikbud memperbaiki modul yang ada.  Dia mengaku, materi yang ada di modul tersebut sangat berat dipelajari bagi peserta jurusan umum seperti dirinya. "Mungkin karena materi berat ditambah fasilitas kurang nyaman jadi menambah stres," katanya.

Selengkapnya bagaimana cara mengikuti program keahlian ganda untuk jalan pintas mendapatkan sertifikasi silahkan Baca Disini